Kini
Ya Alloh, ku bersimpuh dihadapan-Mu dengan linangan air mata, tak kuasa ku menanggung semua dosa, tak kuat ku menahan akan siksa, ku hanyalah sebuah jiwa yang terlena dan terperdaya oleh kekuasaan dunia dan gemerlapnya harta hingga ku tersungkur tak berdaya. Ku hanyalah sekujur tubuh kemudian luluh oleh hantaman jaman yang tak berperasaan, ku hanyalah seongkok jasad yang akan lenyap dalam tidurku yang lelap tanpa harus berharap olah buaian mimpi tak tetap nan gemerlap.
Hentakan kaki tak mampu lagi berdiri, tarian tangan tak lagi gemulai, pancaran mata yang kini telah redup, sengat bibir tak lagi mematikan, sinyal pendengaran pun tak mampu tuk menangkap, bahkan tubuh pun kini telah renta hingga relung batin amat sakit rasanya.
Apa mau dikata kini derita slalu tercipta untukku, kesengsaraan slalu hinggap dalam hidupku, rasa sedih menghinggapi sanubariku hingga tangisan air mata pun turut membasahi pipiku.
Keheningan menyibak malam diselimuti awan kelam terdengar sayup rintik hujan menggugah setiap insan hingga lafadz pujian silih bersahutan memanggil nama Tuhan. Kala gelak tawa membahana ditengah gemilangnya harta dan kekuasaan dunia, tak kuasa ku menahan akan semua rasa dan nafsu yang hanyalah khayalan belaka. Kini semua telah lepas dalam genggaman ku berakhir tanpa kupikir hingga ajal pun mengundangku datang.
0 komentar:
Posting Komentar